Puting Beliung Hajar Gudang Rokok

INS
Gudang rokok di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih hancur diterjang puting beliung.

Hujan deras yang disertai puting beliung melanda Kabupaten Sumenep, Madura. Kali ini, sebuah gudang rokok berukuran 12 meter milik Moh Hayat (39), warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, sebagian bangunan ambruk total.

Salah seorang warga setempat, Mathasan (39), mengatakan, dari 12 meter panjang bangunan, yang ambruk total mencapai 6 meter.

"Jadi, separuh dari panjang bangunan itu rata dengan tanah diterjang puting beliung," kata Mathasan dihubungi Surabaya Post, Rabu (14/3).

Gudang rokok tersebut, setiap hari digunakan untuk home industri rokok dan tempat penyimpanan tembakau rajangan. Beruntung tak ada korban jiwa. Sebab, saat kejadian para pekerja sudah tidak ada ditempat. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Puting beliung yang terjadi, Selasa (13/3) malam itu datang dari arah barat. Hujan deras disertai angin kencang menderu. Tidak sampai 5 menit, tiba-tiba gudang bagian barat ambruk total dan genting berterbangan. Warga sekitar pun berhamburan keluar rumah.

Saat ini, warga masih was-was terhadap puting beliung susulan seiring dengan gerimis dan angin kencang yang masih melanda di daerah tersebut.

"Saat ini masih gerimis dan angin masih kencang. Semoga tidak ada puting beliung susulan," katanya.

Kepala Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Asbhari membenarkan kejadian tersebut. Dia berharap, warga lebih waspada dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

"Saat ini memang angin kencang datang tiba-tiba. Perlu kewaspadaan agar tidak ada korban jiawa saat terjadi peristiwa yang diluar kemampuan manusia," tandasnya. (md2)

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 14/03/2012

Labels: , , , ,

Dua Desa di Sumenep Diterjang Puting Beliung

foto istimewa

Dua desa di Kabupaten Sumenep, Madura, diterjang puting beliung. Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian ini, 11 rumah warga ambruk, Sabtu (8/1/2011).

Keterangan yang dihimpun, di Dusun Cancang, Desa Lombang ada tujuh rumah warga ambruk. Sedangkan di Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, 4 rumah rata dengan tanah.

Menurut penuturan warga setempat, Edy puting beliung menerjang bersamaan denga hujan deras. Tiba-tiba, dari arah barat muncul gumplana awan hitam. “Angin puting beliung terjadi selama 10 menit,” katanya.

Saat ini warga masih merasa was-was akan terjadinya puting beliung susulan. Pasalnya, cauava di desa tersebut masih diselimuti mendung dan gerimis. (nen/isp)

Sumber: ZonaBerita, Sabtu, 8 Januari 2011

Labels: , ,

Puting Beliung Terjang 4 Desa di Pamekasan

foto: nen/zonaberita.com
Rumah milik Alwi di Dusun bangkal, Desa Ambander, Kecamatan Pagantenan, rusak diterjang puting beliung

Angin puting beliung menerjang 4 Desa di Kabupaten Pamekasan. Akibatnya belasan rumah dan sebuah mushola rusak, Rabu (12/1/2011) sekira pukul 05.00 WIB.

Di Dusun Bangkal, Desa Ambander sebanyak 6 rumah dan 1 musholla, rata-rata mengalami kerusakan pada atapnya. Di Desa Palesanggar, Kecamatan Pagantenan, sebanyak 5 rumah warga juga mengalami kerusakan di atap.

Mushola As Suadah, milik Ustad Alwi, sementara tidak bisa ditempati untuk mengaji. “Untuk sementara musholla tidak bisa ditempati, akan kita perbaiki dulu,” kata Ustad Alwi pada zonaberita.com.

Sementara di Dusun Podak, Desa Pamoroh, akibat terjagan puting beliung pohon tumbang menimpa rumah milik Maimunah. Begitu juga dengan yang terjadi di Desa Bangkes.

Selain merusak rumah, angin kencang merobohkan puluhan pohon durian. Pohon kenitu dan alpukat. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Warga berharap, pemkab setempat, memberikan bantuan berupa bahan material, sehingga kerusakan akibat bisa segera diperbaiki. (nen/isp)

Sumber: ZonaBerita, Rabu, 12 Januari 2011

Labels: , , ,

Puluhan Rumah Dua Dusun di Pamekasan
Porak Poranda Disapu Puting Beliung

Salah satu rumah warga hancur disapu puting beliung (foto : nen/zonaberita.com)


Puluhan rumah di dua Dusun di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, porak poranda disapu angin puting beliung, Rabu (1/12/2010) sekira pukul 14.00 WIB.

Dua dusun itu masing-masing Dusun konten dan Dusun Pangongangan. Di Dusun konten, sekitar 6 rumah rata dengan tanah, 10 rumah mengalami rusak ringan. Sedangkan di Dusun Pangongangan sekitar 6 rumah juga rata dengan tanah dan 5 rumah mengalami rusak ringan.

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga merobohkan sejumlah pohon di dua Dusun tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja dua orang warga mengalami kesurupan karena shok melihat rumahnya yang hancur akibat diterjang angin puting beliung.

Kepada zonaberita.com, Erliyanto warga setempat, menuturkan, angin puting beliung yang memporak porandakan desanya, bersamaan dengan turunnya hujan deras. Sebelumnya, tampak awan Comolus Nimbus berwarna hitam tampak memayungi kedua dusun itu. Tak sampai 5 menit, datang angin puting beliung.

“Saat hujan turun, seluruh warga sedang berada di rumahnya masing-masing, tahu-tahu datang angin sangat kencang, kamipun langsung menyelamatkan diri masing-masing menuju ke Masjid dan ada yang ke persawahan. Angin yang datang berwarna merah,” kata Erliyanto.

“Angin yang memporak porandakan Desa kami itu ada dua, satu dari barat daya dan satu lagi dari arah Timur Daya, Desa kami seperti dikepung angin,” imbuh Erlyanto.

Pantauan zonaberita.com di lokasi, menunjukkan seluruh barang rumah tangga di dalam rumah yang hancur tak bisa diselamatkan lagi. Banyak pesawat televisi, radio tape, barang pecah belah, lemari baju dan kasur luluh lantak karena tertimpa genting dan tembok rumah.

Kapolsek Palengaan, AKP Haji Fauzan mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait seperti, Danramil dan Satpol PP untuk membantu warga merehab kembali rumahnya yang rusak. (nen/isp)

Smber: zonaberita.com, Rabu, 1 Desember 2010

Labels: , ,

Perlu Antisipasi Bencana Alam

Hindari Banyak Korban

Permintaan itu disampaikan Bupati Kholil usai memberikan bantuan pada warga Desa Palengaan Daya Kecamatan Palengaan yang menjadi korban puting beliung. Acara di Pendapa Kecamatan Palengaan, Kamis (14/1), itu dihadiri Wakil Bupati Drs Kadarisman, pimpinan SKPD terkait, Muspika, serta sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Palengaan. Puting beliung yang terjadi pada 16 November lalu itu mengakibatkan 29 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan dan 2 orang patah tulang.

“Sosialisasi ini penting untuk mengantisipasi agar puting beliung tidak mengakibatkan banyak korban. Misalnya, kalau ada gejala akan turun hujan, lalu ada awan hitam berputar di atas, maka masyarakat sudah harus waspada,” ungkap bupati.

Karena mayoritas warga Palengaan Daya petani, Bupati Kholil juga menyarankan jika ada tanda-tanda akan hujan lebat dan membahayakan, maka tak perlu ke sawah atau ladang. “Termasuk misalnya jika ada petir, kalau bapak ibu kebetulan ada di sawah atau ladang, maka bernaunglah di bawah pohon, karena petir itu menyambar benda yang paling tinggi. Tapi, jangan menempel pada pohon karena itu juga berbahaya,” lanjutnya.

Selain menyarankan agar ada upaya antisipasi dini untuk menghindari korban dalam becana alam, Bupati Kholil juga menyarankan agar masyarakat menjaga lingkungan dengan baik. “Jangan menebang pohon sembarangan yang tidak perlu, karena akan mengakibatkan lahan jadi gundul dan tandus yang akan menjadi penyebab terjadinya banjir. Saya sarankan untuk banyak menanam pohon apa saja, agar bumi tidak panas. Pemerintah punya program penanaman sejuta pohon. Warga desa besar andilnya untuk pekerjaan ini. Tidak sulit, yang penting ada kemauan,” tandasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya telah mendata jalan poros desa yang perlu diperbaiki atau diaspal. Dia berjanji akan memulai perbaikan jalan secara bertahap mulai tahun anggaran 2011i. Dikatakan bupati, program pemkab pada 2010 ini menuntaskan pengaspalan poros jalan kecamatan. Karena itu, untuk jalan poros desa diperkirakan baru akan dimulai mulai 2011.

“Kami sudah tahu sendiri bagaimana kondisi jalan yang sangat rusak berat itu. Namun, kami minta agar masyarakat juga memahami, jalan itu akan kami perbaiki secara bertahap,” janjinya. (MASDAWI DAHLAN)

Sumber: Surabaya Post, Jumat, 15 Januari 2010

Labels: , , , ,

Sekolah Ambruk Diterjang Puting Beliung

Angin puting beliung disertai hujan deras pekan lalu tidak hanya menghancurkan puluhan rumah warga Desa Karang Gayam, Kec. Omben, Sampang, tetapi sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandan 2 Desa Pandan juga mengalami nasib sama.

Angin kencang tersebut telah meluluhlantakan tiga ruang kelas SDN Pandan 2. Agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah mengungsikan siswa kelas 2 dan 3 ke musala dan halaman rumah warga setempat.

“Jika dilihat dari kondisi fisik bangunan, memang sebenarnya sudah tidak layak ditempati. Karena, sebagian gedungnya retak bahkan satu ruang kelas tidak bisa dipergunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar karena sudah ambruk. Padahal bangunan itu sudah direhab pada 1996 silam, tapi karena kualitasnya jelek maka tidak bertahan lama,” terang Kepala SDN Pandan 2, Syaiful Bahar, Rabu (16/12).

Menurut Syaiful, jumlah murid sebanyak 145 siswa, mayoritas hanya mengunakan sandal jepit ketika bersekolah, namun minat belajar siswa miskin itu tetap tinggi. Syaiful berharap agar Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang memberikan perhatian serius agar segera merehab bangunan yang ambruk tersebut.

“Kami berharap pihak Disdik memperhatikan nasib murid-murid yang berada di daerah pelosok tersebut. Sudah beberapa kali kami mengajukan permohonan rehab bangunan kelas yang rusak, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Padahal, kata dia, minimnya prasarana pendidikan yang tidak memadai, ditambah dengan berdirinya sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI), berdampak terhadap berkurangnya jumlah siswa ke SDN 2 Pandan.

Sementara itu, sebanyak 25 rumah di Desa Karang Gayam, Kec. Omben rusak parah tertimpa pohon yang tumbang, akibat terjangan angin puting beliung disertai hujan deras yang melanda desa tersebut. Berdasarkan data petugas Kantor Kec. Omben, kerugian yang diderita warga mencapai Rp 95 juta, tapi tidak ada korban jiwa. rud

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 16 Desember 2009

Labels: , , ,

Angin Puting Beliung Hantam Madura

inilah.com/Dokumen

Angin puting beliung kembali terjadi di Pamekasan, Jumat (27/11). Akibatnya, tiga rumah warga rusak berat.

Angin yang disertai hujan deras itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat sebagian warga menunaikan Shalat Jumat. Kapolsek Tlanakan AKP Bambang Soegiharto, membenarkan kejadian itu.

Bahkan, angin kencang yang terjadi di Desa Branta itu juga menyebabkan sebuah pohon tumbang hingga nyaris mengenai rumah warga dan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Raya Tlanakan. "Itu memang benar terjadi, namun kerusakannya tidak parah," kata Bambang.

Menurut dia, saat peristiwa terjadi, dirinya sedang berada di kantor Mapolsek Tlanakan, yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari pohon yang tumbang tersebut. Warga, terang Bambang, memang terlihat ketakutan saat angin berhembus kencang yang disertai hujan deras, bahkan sebagian di antara mereka keluar rumah karena ketakutan.

"Peristiwa itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 menit setelah itu angin reda," terang Kapolsek Bambang.

Selain merusak atap rumah angin puting beliuang yang terjadi di Desa Branta itu juga merusak sebuah lembaga pendidikan di desa tersebut. Gentengnya banyak yang pecah akibat hembusan angin, namun tidak ada korban jiwa.

Saat ini warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung tersebut masih melakukan perbaikan, dan menebang pohon yang roboh melintas jalan umum tersebut. [*/mut]

Sumber: inilah.com, 27/11/2009

Labels: , , ,

Puting Beliung Sapu Pamekasan

Empat Puluh Dua Rumah Ambruk Satu Tewas

Sekitar 45 rumah di Kampung Kembang Satu dan Kembang Dua, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan ambruk disapu angin puting beliung, Senin (16/11), sekitar pukul 16.30.

Selain memorak-porandakan rumah, Ratena, 30, warga Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Sampang tewas di lokasi kejadian. Sedang dua warga lainnya, asal Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Rodiyah, 35, yang tengah hamil lima bulan, tulang punggungnya patah dan Munirah, 25, lengan kirinya patah serta sekujur tubuhnya luka hingga mengalami 15 jahitan di RSUD Pamekasan.

Kerusakan terparah dan terbesar menimpa rumah penduduk di Desa Palengaan Daja. Sebagian besar rumah warga yang terkena angin puting beliung ambruk dan rata dengan tanah. Bupati Pamekasan, Drs KH Khalilurrahman, yang mendengar kejadian itu bersama Kahumas dan Protokol, Fajar Santosa SH mengunjungi warga dan memberikan santunan.

“Semoga musibah ini tidak hanya membawa kesengsaraan, juga membawa hikmah. Meski banyak rumah ambruk, kita tetap bersyukur dan tawakkal menghadapi cobaan ini,” kata bupati.

Menurut Marjito, yang rumahnya mengalami rusak berat, awalnya hujan deras, namun selang tidak berapa lama disusul angin kencang dan terdengar deru suara seperti mesin pesawat yang terbang rendah dari arah selatan, disertai petir menyambar.

Saat itu sebagian warga berada di dalam rumah dan tidak berani keluar. Tiba-tiba angin meliuk-liuk menyambar rumah warga dan menerbangkan atapnya hingga terlempar sejauh 10 meter. Jerit histeris warga tak terbendung. Lantas warga berbondong-bondong keluar rumah menyelamatkan diri ke tempat yang agak jauh, sebagian berlindung di bawah pohon.

“Nah, ketika Munirah dan Rodiyah hendak ke luar menyelamatkan diri, kayu plafon rumahnya ambruk dan menimpa keduanya,” ujar Hasanuddin, anggota Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pamekasan.

Dikatakan, korban Ratena yang tewas sedang berkunjung ke rumah familinya. Begitu warga dilanda kepanikan, terutama kalangan ibu dan anak-anak, Ratena memilih berlindung di dalam rumah. Ternyata rumah yang ditempati ambruk menimpa tubuhnya hingga tewas.

“Berapa kerugian kami belum bisa menghitung. Kami masih melakukan inventarisasi di lapangan,” kata Kahumas Pamekasan, Fajar Santosa. (st30)

Sumber: Surya, Rabu, 18 Nopember 2009

Labels: ,

Puting Beliung Terjang Tiga Desa

78 Rumah Warga Rusak

Angin puting beliung memorak-porandakan tiga desa di Kecamatan Karang Penang, Jumat (23/10), sekitar pukul 15.00. Akibatnya, 78 rumah warga di Desa Karang Penang Oloh, Poreh, dan, Burmatet rusak.

Hingga kemarin pagi, pukul 07.30, 78 rumah warga itu masih berantakan. Sebagian warga terpaksa menumpang di rumah kerabatnya yang selamat dari terjangan angin puyuh tersebut.

Moh. Bakir, warga Desa Karang Penang Oloh, mengatakan, puting beliung menerjang sekitar pukul 15.00. Saat itu dia sedang duduk santai bersama keluarga di teras rumahnya. "Tiba-tiba muncul angin kencang dari arah timur laut," ujarnya.

Saat itu juga warga langsung menutup pintu dan menyelamatkan diri ke dalam rumah. Hembusan angin yang kencang membuat sejumlah bangunan terhempas dan ambruk. Seperti gudang kayu dan kantor Muslimat Assyakirin yang roboh rata dengan tanah. Padahal, puting beliung hanya berhembus sekitar 5 menit.

"Anginnya kencang, dahsyat luar biasa. Saking banternya, genting dan kayu balok terpental sampai ke jalan raya," kata Bakir sambil menunjuk bekas potongan kayu rumahnya.

Pantauan koran ini di lokasi kemarin pagi, rumah yang berantakan masih tetap berserakan. Menurut Bakir, warga masih trauma dan tidak punya dana untuk membangun rumahnya. "Yang jelas bantuan dari pemkab sangat dibutuhkan korban. Sehingga mereka bisa membangun rumahnya lagi," katanya dengan nada sedih.

Sedangkan Heri, warga lainnya, cerita, selain angin kencang petir dan guntur menggelegar di langit. "Saking kencangnya deru angin, genting dan kayu rumah terbang," katanya.

Kades Karang Penang Oloh Muzammil mengungkapkan, berdasar laporan yang diterimanya, sedikitnya 78 unit rumah rusak. Rinciannya, 11 rumah rusak total dan 14 rumah rusak ringan. Lalu, 13 rumah rusak total dan 3 rumah rusak ringan di Desa Burmatet. Ditambah 10 rumah rusak total dan 27 rumah rusak ringan di Desa Poreh.

"Kami telah mengecek ke lapangan mulai malam Sabtu (23/10). Sementara warga yang mengalami luka - luka ada tiga orang. Yakni, Behriti, 35, Hartatik, 35, dan Samari, 30. Rata - rata mereka mengalami luka di kepala karena tertimpa runtuhan rumah. Sebab, mereka tidak sempat keluar karena sedang istirahat dan salat," tandasnya.

Sementara Bupati H Noer Tjahja yang dikonfirmasi melalui Kabag Humas H Rudi Setiadhy mengaku sudah menerima laporan bencana alam tersebut. "Kami akan memanggil instansi terkait untuk mengambil langkah - langkah selanjutnya. Dalam waktu dekat kami akan turun ke bawah guna mengetahui kondisi warga korban puting beliung," katanya. (c21/yan/mat)

Sumber: Jawa Pos, Minggu, 25 Oktober 2009

Labels: ,