Pamekasan Bakal Jadi Pusat Laboratorium dan Penelitian Garam Nasional


Pemerintah berencana membangun pusat laboratorium dan penelitian garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sebagai upaya untuk mengetahui kualitas garam di wilayah itu.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Sabtu (13/8) malam menjelaskan, rencana pembangunan pusat laboratorium garam untuk tingkat nasional di Kabupaten Pamekasan ini diketahui setelah Departeman Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan beberapa waktu lalu.

"Utusan Ditjen menyatakan akan membangun pusat laboratotium garam di Pamekasan," katanya menjelaskan. Menurut Kholil, pembangunan pusat laboratorium dan penelitian garam ini nantinya akan dibangun di wilayah Kecamatan Pademawu.

Dia mengatakan, wilayah Kecamatan Pademawu merupakan satu dari tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang menjadi pusat produksi garam.

"Di Pamekasan ini pusat produksi garam meliputi Kecamatan Pademawu, Galis dan sebagian di wilayah Kecamatan Tlanakan," kata Kholilurrahman menjelaskan.

Bupati menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya mencari lahan yang akan ditempati pusat laboratorium dan penelitian garam oleh pemerintah pusat yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Pamekasan ini.

"Kami sudah melakukan pendekatan ke sejumlah tokoh masyarakat dan pemilik lahan untuk pembebasan lahan yang akan ditempati pusat laboratorium dan penelitian garam ini," kata Kholilurrahman menjelaskan.

Bupati menjelaskan, kebijakan pemerintah membangun pusat laboratorium di Madura, yakni di wilayah Kabupaten Pamekasan, karena Madura merupakan pusat produksi garam.

Bahkan menurut bupati, Madura termasuk wilayah penghasil produksi garam terbanyak di tingkat nasional dibanding daerah lain di Indonesia.

"Atas pertimbangan inilah, maka pemerintah pusat lalu memilih Madura sebagai lokasi pembangunan pusat penelitian dan laboratorium garam di Madura," kata Kholilurrahman menjelaskan.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Sumber: Republika, Sabtu, 13 Agustus 2011

Labels: , , , , , ,

Desakan Ganti Suramadu Jadi M Noer Meluas

DPRD Jatim dan Bupati Bangkalan, Fuad Amin mendesak mengganti nama Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) menjadi Jembatan Mohammad Noer. Pergantian nama ini sebagai bentuk penghargaan almarhum M Noer sebagai penggagas Suramadu.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi mengatakan, almarhum M Noer merupakan pengusul berdirinya jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura itu. Jasa besar almarhum tidak bisa disepelekan, makanya pemakaian namanya di jembatan terpanjang di Indonesia itu cukup layak.

“Tidak ada lagi yang meragukan jasa besar Pak Noer. Rasanya pantas kalau nama Suramadu diubah menjadi jembatan Mohammad Noer,” ujar Mahdi, Minggu (18/4).

Dalam waktu dekat, lanjut dia, pihaknya akan mengalang dukungan untuk mendesak Pemprov Jatim mengubah nama Suramadu menjadi Jembatan M Noer. “Biar ada tanda pengenal atas jasa yang diberikan Pak Noer bagi warga Jatim,” jelasnya.

Anggota Komisi A DPRD Jatim Nizar Zahro mengatakan, nama Pak Noer tidak hanya layak mengantikan nama Jembatan Suramadu, melainkan sudah masuk tahapan menjadi pahlawan nasional. Jejak sejarah mulai dari peranannya merebut kemerdekaan sampai menjadi duta besar (Dubes) di Prancis telah dilalui.

“Kami juga sangat setuju kalau nama Suramadu diubah menjadi Mohamamd Noer. Bila perlu sekalian saja diusulkan menjadi pahlawan nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, sosok Pak Noer pantas menjadi panutan bagi warga Jatim. Sejak muda sampai menjadi pimpinan di Jatim, sikapnya masih sederhana dan selalu memperhatikan rakyat kecil.

“Beliau pemimpin yang merakyat, semua tindakannya selalu mengedepankan kepentingan rakyat kecil,” tegasnya.



Untuk itu, DPRD Jatim tidak segan untuk segera menempelkan namanya menganti Suramadu. “Bentuk penghargaan itu sangat layak atas pengabdian yang telah dilakukan Pak Noer,” ungkapnya.

Bupati Bangkalan Fuad Amin juga mengusulkan, pihaknya akan mengusulkan nama mantan Gubernur Jatim, M Noer, menjadi nama jalan di sepanjang akses Jembatan Suramadu. Pengusulan nama M. Noer sebagai nama jalan yang memiliki panjang 11,5 km itu merupakan aspirasi dari masyarakat untuk mengenang jasanya.

”Kami akan mengusulkan dan meminta persetujuan dari DPRD setempat, namun kemungkinan besar kalangan DPRD Bangkalan akan menyetujui hal itu,” katanya optimis.

Selain faktor tersebut, kata dia, pemberian nama jalan terhadap Pak Noer karena pengabdiannya sebagai pamong di Kabupaten Bangkalan paling lama yakni sekitar 24 tahun. M Noer mengawali karir mulai dari Sekcam (sekretaris kecamatan), Widodo Arosbaya (pembantu kepala daerah) hingga menjadi Patih (kepala daerah/bupati) Bangkalan periode 1959 hinggga 1965. ”Kalau dihitung, beliau menjadi pamong di sini sekitar 24 tahun,” katanya. (sis)

Sumber: Surabaya Post, Senin, 19 April 2010

Labels: , , , , , ,

Merubah Mindset, Menggenjot Pembangunan

Bupati mengakui, pekerjaan paling berat selama diberi tanggung jawab memimpin Sampang, adalah merubah pola pikir dan prilaku masyarakat, untuk diajak berpikir realistis dan menciptakan rasa memiliki dalam membangun serta menjaga daerahnya. (Ahmad Hairudin)

“Namun secara pelan-pelan mindset itu saya ubah melalui berbagai pendekatan secara kekeluargaan dan membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak. Dengan harapan masyarakat bisa berpikir lebih rasional dan lebih maju. Ibaratnya tidak seperti katak dalam tempurung," kata Noer Tjahja.

Meski tidak mudah, tapi berbagai sektor mulai dibenahi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Karena sejak awal memimpin, rupanya dia menyadari betul jika semua unsur-unsur yang menjadi indikator kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat sangat jauh tertinggal di bandingkan dengan daerah lainnya di Jawa Timur.

Menurut dia, pembangunan SDM tidak kalah penting sebagai penunjang program-program yang tengah digalakkan pemerintah. Untuk itu dia mencoba menjadi pelopor pembangunan Sekolah Politeknik pertama di Madura dengan mengandeng ITS. Terwujudnya sekolah ini atas bantuan dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh.

“Pengembangan pendidikan politeknik yang tengah saya kembangkan itu merupakan sebuah embrio yang kelak akan melahirkan ahli-ahli sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki. Setelah lulus dapat membangun daerahnya, untuk itu saya membuat program Madura Profesional Education Center (MPEC) bekerjasama dengan ITS," jelasnya.

Tidak hanya itu, berkat kerja kerasnya dalam mempromosikan Sampang ke luar daerah, dalam waktu dekat akan dibangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Internasional bantuan dari Gubernur Jatim. Disamping itu bantuan juga mengalir dari Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar berupa pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Karena jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Madura paling banyak berasal dari Sampang. Sehingga keberadaan BLK itu nantinya akan dapat mendidik tenaga kerja yang terampil dan layak berkerja di sektor formal di luar negeri," ujarnya.

Secara rinci Noer Tjahja memaparkan tentang pembangunan di sektor pelayanan dasar, terutama pendidikan, kesehatan dan daya beli. Di sektor tersebut menunjukkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Sampang 2007 sebesar 53,70, masih rendah dibandingkan Jatim yang sudah mencapai 66,87, sementara rata-rata nasional 66%. Demikian pula data kemiskinan angkanya menunjukkan sekitar 70%, jauh lebih tunggi dibandingkan rata-rata kemiskinan tingkat nasional yang hanya mencapai 17%.

“Untuk pembangunan sektor pendidikan, ada tiga hal pokok yang menjadi penekanan, pertama perluasan akses dan pemerataan pendidikan, kedua, peningkatan mutu, daya saing dan relevansi pendidikan, serta ketiga penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. Sehingga selama 2 tahun terakhir ini 17 indikator target pencapaian kinerja sebagaiamana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah (RPJM) telah melampaui target yang ditetapkan. Bukti paling menonjol adalah angka melek huruf usia diatas 15 tahun mencapai 97,97%," papar Noer Tjahja.

Sedangkan sektor kesehatan, dia mengakui dari 19 indikator tingkat keberhasilan kinerja bidang kesehatan, masih ada 3 indikator yang tidak tercapai, antara lain, kesehatan ibu dan bayi, angka kematian ibu hamil dan umur harapan hidup. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari 3.973 ibu hamil yang seharusnya ditangani, hanya ada 2.983 orang atau 75,09 % yang ditangani oleh tenaga medis. Namun demikian cakupan tersebut sudah mendekati target 80% yang diharapkan.

Meski sulit dicapai, target penurunan angka kematian ibu hamil karena pada 2008 hanya sebesar 108 per 100.000 kelahiran hidup. Tetapi itu sudah melampaui target nasional sebesar 226 per 100.000 kelahiran hidup. Termasuk juga masalah Umur Harapan Hidup masih dibawah target yang diinginkan.

“Dalam upaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat, salah satu terobosan yang sangat menonjol adalah pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui konsep aropolitan. Saya melihat permasalahan klasik yang selalu muncul adalah ketidakberdayaan penduduk sampang yang 68% bergerak di sekor pertanian untuk ikut mengendalikan harga terhadap komoditas yang dihasilkannya," ujarnya.

Konsep pembangunan kawasan aropolitan tahap I dikonsentrasikan di tiga Wilayah meliputi, Kec. Banyuates, Ketapang dan Tambelangan. Penerapan konsep agropolitan itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan (competitive advantage), dengan memberikan suatu dukungan prasarana dan sarana untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi di masing-masing wilayah. Sehingga diharapkan sekor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, perdagangan, perindustrian dan inftrastruktur akan dapat bekerja bersinergi dan berintegrasi dalam mengembangkan kawasan itu.

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 24 Maret 2010

Labels: , , ,

Ajalan Bareng Bupati Bangun Kekompakan Membangun

Mimggu pagi jalan utama di Pamekasan tampak berbeda dari hari biasanya. Bupati Pamekasan Drs KH Khalilurrahman SH, berada di tengah-tengah masyarakat. Ada Tuwuh Widodo, Kepala Divisi Regional (Kadivre) VII Pos Jawa Timur dan Slamet Widodo, Kepala Kantor Pos Pamekasan serta AKBP Drs Mas Gunarso MSi Kapolres Pamekasan.

Wakil Bupati Drs Kadarisman Sastrodiwirjo, Sekdakan Drs R Hadisuwarso, serta Kabag Humas Fajar Santoso SH juga tampak di antara mereka.

Pagi itu mereka jalan-jalan bersama yang diberi tajuk Ajalan Bareng Bupati yang digelar Kantor Pos Pamekasan.

“Membangun daerah tidak hanya tergantung pada anggaran, namun juga dipengaruhi oleh kerjasama, kekompakan dan kebersaman antar elemen masyarakat dan antar lembaga pemerintah,” kata Bupati Kholil.

Jika masyarakat dan lembaga pemerintah kompak dan penuh kebersamaan, maka akan muncul kekuatan baru dalam semangat pelaksanaan pembangunan.

“Terus terang sekalipun anggaran pembangunan di daerah kurang dan tidak begitu besar, namun dengan kebersamaan dan kekompakan akan menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun. Sebab dengan kebersamaan dan kekompakan akan tercipta kesadaran untuk saling aktif berbagi peran dalam pembangunan,” katanya.

Bupati Kholil mengatakan kegiatan JJS yang digelar Kantor Pos Pamekasan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Kantor Pos dalam memotivasi perlunya hidup sehat bagi masyarakat. Ini berarti Kantor Pos Pamekasan juga telah ikut membantu tugas institusi lain dalam memasyarakatkan hidup sehat. Tentunya dalam kegiatan ini program dan jasa pelayanan Kantor Pos juga tetap harus dimasukkan sebagai institusi yang memilik tugas pelayanan bidang jasa pos.

Karena itu Bupati Kholil mengucapkan terimakasih kepada manajamen Kantor Pos Pamekasan. Sekalipun dengan kesibukannya yang makin padat, masih berupaya menyediakan waktu untuk menggelar kegiatan motivasi kesehatan bagi masyarakat dan menjaga nilai-nilai budaya masyarakat Pamekasan.

Bupati Kholil juga berharap agar masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk kesehatan. Menurut dia di tengah kesibukan tugas keseharian, masyarakat perlu menyediakan waktu untuk menjaga kesehatan. “Tak usah olah raga yang mahal, dengan JJS yang murah ini sudah sangat besar manfaatnya,” katanya.

Sementara itu Kadivre VII Kantor Pos Jawa Timur Tuwuh Widodo mengatakan selain untuk mengajak masyarakat untuk memperhatikan masalah kesehatan, dalam kesempatan kegiatan itu dia juga menyampaikan tentang berbagai program unggulan dan produk jasa layanan baru dari perusahaan yang dipimpinnya. (Masdawi Dahlan)

Sumber: Surabaya Post, Senin, 1 Maret 2010

Labels: , , ,