Korban Banjir di Madura Kesulitan Air Bersih

Jumat, 14/06/2013 | 11:12 WIB Korban banjir di dua kabupaten di Pulau Madura, yakni Pamekasan dan Sampang, hingga kini masih kesulitan air bersih karena tempat penampungan air mereka kemasukan air keruh akibat banjir. Salah seorang korban banjir di Pamekasan, Slamet kemarin mengatakan, dirinya terpaksa membeli air mineral untuk kebutuhan memasak, karena air bersih di tempat penampungan air miliknya keruh akibat banjir. "Kalau digunakan untuk memasak bahaya mas. Lebih baik beli air galon saja," katanya menuturkan. Tidak hanya itu saja, sumur-sumur milik warga di Kecamatan Pademawu, Pamekasan juga keruh sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak. Warga di wilayah ini juga terpaksa membeli air mineral untuk kebutuhan memasak, sebagaimana yang dilakukan korban banjir di Kecamatan Kota Pamekasan. Hal yang sama juga dialami warga korban banjir di Kecamatan Kota Sampang. Sebab hampir semua tempat penampungan air bersih warga juga kotor dan tidak bisa digunakan untuk memasak. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Iskandar mengatakan, pihaknya telah meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga, khususnya para korban banjir. Menurut Iskandar, keluhan tentang kelangkaan air bersih saat banjir itu memang telah disampaikan sejumlah warga kepada BPBD Pemkab Pamekasan dan pihaknya langsung merespon dengan meminta bantuan pihak PDAM. "Menurut laporan yang kami terima, sebagian warga telah meneriman bantuan air bersih. Mungkin yang tidak kebagian hari secepatnya akan didistribusikan," kata Iskandar. Banjir yang melanda dua kabupaten di Madura ini terjadi selama dua hari, yakni mulai Selasa (11/6) hingga Rabu (12/6). Banjir terjadi setelah selama dua hari hujan mengguyur kawasan itu dan air sungai di meluap hingga ke perkampungan warga. Di Pamekasan BPBD setempat mencatat sekitar 2.500 kepala keluarga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu menjadi korban banjir. Banjir tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, akan tetapi juga kantor pemerintahan. Salah satunya kantor Dinas Pertanian, sejumlah lembaga pendidikan dan lahan pertanian. Demikian juga dengan di kota Sampang. Sejumlah lembaga pendidikan seperti SD Negeri Gunung Madda 3, SD Negeri Rongtengah 1 dan 2, SMP Negeri 6, SD Negeri Dalpenang dan sekolah dasar luar biasa (SDLB) terendam banjir. Banjir di dua kota di Pulau Madura ini mulai surut pada Rabu (12/6) malam, akan tetapi dampak dari kejadian itu masih dirasakan warga hingga saat ini, salah satunya kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hingga Kamis (13/6), aktivitas kantor pemerintah dan sejumlah lembaga pendidikan yang terendam banjir selama dua hari itu belum normal dan para petugas kantor terfokus untuk membersihkan lumpur dan kotoran akibat banjir itu. "Tadi kami hanya bersih-bersih saja. Jadi kegiatan kantor belum normal," kata Kepala Dinas Pertanian Pemkab Pamekasan Isye Windarti. ant

Labels: , , ,

Sampang Kelelep, Aktivitas Lumpuh

Jalur lalin penghubung Bangkalan-Pamekasan dialihkan


SP/ACHMAD HAIRUDIN
Bencana banjir tahunan kembali menerjang Sampang. Luapan air tersebut mengakibatkan jalur lalin menuju Pamekasan terputus. Hingga Minggu pagi tadi, air belum surut (8/4)

Lagi, Kota Sampang kedatangan tamu tak diundang yang berasal dari luapan Kali Kemuning hingga mengakibatkan sebagian kota yang terletak di dataran rendah itu kelelep terendam banjir, Minggu (8/4). Akibat genangan air yang mencapai ketinggian lebih dari dari 1,5 meter itu membuat aktivitas warga lumpuh total, karena akses jalan terputus tidak dapat dilalui kendaraan.

Arus lalu lintas yang menghubungkan Pamekasan atau sebaliknya ke Bangkalan, terpaksa dialihkan melalui jalan alternatif yang aman dari terjangan banjir. Sedangkan akses jalan yang menghubungkan Kec. Omben dan Sampang bahkan lumpuh total, karena tidak ada jalan alternatif yang menghubungkan dua wilayah tersebut.

Banjir yang mengepung kota Sampang itu, merupakan paling tinggi selama kurun beberapa bulan terakhir ini. Sejumlah Kelurahan dan desa yang diterjang banjir, paling parah terletak di Kelurahan Gunung Sekar, Kelurahan Dalpenang dan sebagian Kelurahan Rongtengah, serta Desa Kemoning, Pasean, Panggung dan Gunung Maddah, berubah mirip lautan karena merendam rumah penduduk setempat.

Tak hanya memutuskan arus lalu lintas, banjir yang mulai terjadi sejak Sabtu dini hari itu, juga menghambat kegiatan belajar mengajar para siswa. Beberapa sekolah yang tergenang seperti SDN Panggung, SDN Pasean, SDN Delpenang, SDN Gunung Madeh, SMPN 6 serta SMKN 1 Sampang terpaksa harus diliburkan.

Kekecewaan terhadap sikap Pemkab yang terkesan kurang tanggap dalam menangani masalah banjir disampaikan, Mohammad Hasan Jailani, aktivis lingkungan hidup yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sampang. Dia menilai Pemkab terkesan kurang optimal dalam menangani masalah bencana banjir tersebut. Karena program kegiatan yang dilaksanakan dinas terkait masih parsial, sehingga menimbulkan kesan proyek oriented.

"Problem banjir mulai dari zaman baheula sampai sekarang belum pernah ada pembicaraan serius antar eksekutif dengan legislatif. Padahal, dampak ekonomi serta sosial yang dirasakan masyarakat cukup tinggi," ungkap Hasan Jailani.

Berbagai kerugian diderita masyarakat, papar dia, misalnya, tanaman padi rusak karena terendam air, para pedagang berkurang pemasukannya karena dagangannya tidak laku. Siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), karena sekolahnya terpaksa ditutup. Belum termasuk korban jiwa yang tewas akibat terseret arus banjir yang sangat deras. Serta kerusakan infrastruktur jalan karena tergerus pusaran air bah.

"Apakah masalah banjir tersebut hanya bisa diatasi dengan sekedar memberikan bantuan nasi bungkus berisi lauk mie instan, tahu dan telor ditambah sambal yang diberikan kepada penduduk yang tertimpa bencana banjir. Atau cukup dengan melakukan sidak para pejabat dengan 'tolah toleh' memandangi rumah warga yang terendam banjir?" tanyanya dengan nada kecewa.

Dari pantauan di lapangan, ketinggian air hingga Minggu (8/4) dini hari belum ada tanda-tanda akan surut. Sehingga warga yang terendam rumahnya, harus bermalam di atas atap genteng sambil menjaga barang-barangnya agar tidak dijarah orang. Keesokan paginya, apabila air sudah surut, mereka masih disibukkan dengan membersihkan kotoran lumpur yang mengendap didalam rumahnya, serta mengatur kembali perabotan yang diungsikan.

"Entah sampai kapan kami terbebas dari banjir," keluh Roni, warga Jl. Kenari, Kelurahan Dalpenang. (rud)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 08/04/2012

Labels: , , ,

Banjir, Jalur Pamekasan-Sumenep Macet

SP/Etto Hartono
Jalur Pamekasan-Sumenep terganggu akibat banjir sejak Sabtu (3/3) kemarin.

Hingga Minggu (4/3) dini hari tadi, jalur lalu lintas di Jalan Raya Talang Siring Kabupaten Pamekasan masih digenangi banjir yang terjadi sejak Sabtu (3/3) siang. Akibatnya, jalur Pamekasan-Sumenep pun terganggu.
Sebagian pengendara terpaksa melalui jalur alternatif. Ketinggian air, di jalur ini antara 30 centimeter (cm) hingga 50 cm.

“Banjir di sini sudah terjadi sejak Sabtu," kata warga setempat Zahri.

Beberapa orang warga menjadi sukarelawan terlihat berupaya mengatur kendaraan yang hendak melintas di wilayah. Banjir yang terjadi di Jalan Raya Talang Siring ini akibat luapan air. Banjir yang terjadi di Desa Montok, Kecamatan Larangan itu juga menggenangi lahan pertanian padi milik warga di sekitar Jalan Raya Talang Siring.

Sementara itu, banjir juga sempat menggenangi ratusan rumah di tiga kelurahan di Pamekasan, lima hari lalu, Senin (27/2). Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Kalisemajid. Ketiga kelurahan itu masing-masing Kelurahan Gladak Anyar, Bugih dan Kelurahan Parteker.

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menggenangi pasar Blimbim di Kelurahan Parteker, Pamekasan dan menyebabkan lapak pedagang terendam banjir. Beberapa hari ke depan, diperkirakan hujan masih terus melanda Madura, khususnya Pamekasan. Untuk Minggu hari ini, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Pamekasan berawan, kecepatan angin 35 kilimeter/jam kea rah Barat. (ant, md2)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 04/03/2012

Labels: , , ,

Ribuan Rumah di Sampang
Kembali Terendam Banjir



foto: liputan6.com

Ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur, kemarin kembali terendam banjir akibat sungai Kalikemuning yang mengalir di wilayah itu meluap.

Banjir terjadi sejak Senin (20/1) pagi, dan hingga sore belum ada tanda-tanda akan surut, bahkan genangan air kian meluas hingga di dalam kota.

"Saat ini banjir sudah memasuki monumen kota dengan ketinggian antara 30 hingga 40 cm," kata warga Kota Sampang, Ahmad Sally, Senin (20/1) malam.

Selain menggenangi ribuan rumah, banjir yang terjadi di Kota Bahari itu juga menggenangi sejumlah lembaga pendidikan, seperti SMP Abu Rasad di Desa Pasean, SMP VI di Jalan Imam Bonjol, SDN I Dalpenang di Jalan Imam Bonjol, dan SMK Negeri I di Jalan Syuhada.

Masyarakat di wilayah ini mengaku, khawatir kondisi genangan banjir akan kian tinggi, karena cuaca di hulu sungai masih mendung, bahkan di sebagian lokasi masih turun hujan.

Banjir yang melanda wilayah Kota Sampang, Senin (20/2) itu merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir ini. Sebelumnya pada tanggal 8 Februari banjir juga menggenangi ribuan rumah warga di wilayah itu dengan penyebab yang sama.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Imam Sanusi menyatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi banjir dan belum menyalurkan bantuan apapun.

"Jika nanti kami perkirakan kondisinya kian parah, kami akan mendirikan dapur umum," kata Imam Sanusi.

Rumah warga yang paling parah tergenang banjir berada di Desa Panggung. Disana ketinggian genangan air di jalan raya antara satu hingga satu setengah meter.

Sementara akibat banjir ini, jalur lalu lintas yang menghubungkan kecamatan Omben dengan Kota Sampang sejak Senin pagi lumpuh total. Banjir pun praktis melumpuhkan lalu lintas jalur Sampang-Omben. Para pengendara kendaraan bermotor terpaksa mengambil jalur alternatif lain dengan mengarah ke Pamekasan.

Banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus meluas. Air mulai merendam ratusan di rumah di kawasan perkotaan dengan ketinggian mencapai satu meter. Banjir terparah terjadi di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Melati, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang.

Kepala Badan Penananggulangan Bencana Daerah Sampang, Imam Sanusi mengatakan, pihaknya bersama Dinas Sosial setempat telah membuka dapur umum untuk korban banjir. Namun, warga yang rumahnya terendam banjir mengeluhkan bantuan logistik yang belum mereka terima. Mengenai jumlah bantuan logistik yang akan disalurkan ke korban banjir, Imam Sanusi masih belum merinci secara pasti.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kali Kemuning. Air menggenangi lima desa yakni Desa Pasean, Tanggumong, Kemuning, Panggung, dan Gunong Maddah. Bahkan, dalam bulan Februari ini, tercatat lima kali banjir merendam kawasan tersebut. (ant,mtn)

Sumber: Surabaya Post, Selasa, 21/02/2012

Labels: , , ,

Kota Sampang Menjadi Langganan Banjir


Bencana banjir kembali melanda Kota Sampang, luapan air Kali Kemuning telah merendam 4 Desa dan 3 Kelurahan di kawasan perkotaan. Namun untungnya pagi ini air sudah mulai surut sehingga warga dapat beraktivitas kembali dengan normal.

Ketinggian air diperkiraan mencapai satu meter mengakibatkan arus lalu lintas di jalan Provinsi terpaksa dialihkan karena kendaraan tidak dapat menerobos luapan air yang menggenangi ruas jalan dan beberapa rumah penduduk. Sehingga aktivitas warga yang terkena bencana tahunan tersebut nyaris lumpuh.

"Kami benar-benar kewalahan setiap memasuki musim penghujan pasti menghadapi bencana banjir hingga mengenangi rumah kami. Sehingga sejumlah perabotan rumah tangga terpaksa kami ungsikan agar tidak terendam air, tapi setelah surut kami juga terpaksa kerja bakti membersihkan bekas lumpur yang mengotori lantai rumah kami," keluh Jamal, warga Jl. Suhadak, Kelurahan Dalpenang, ditemui sedang membersihkan rumahnya, Selasa (21/2).

Dia menyesalkan sikap Pemkab yang seakan-akan tidak ada upaya untuk menyelesaikan permasalahan banjir tersebut. Padahal menurut dia, anggaran yang dikeluarkan untuk menanggulangi bencana banjir cukup besar, tetapi hasilnya sampai sekarang tidak ada sama sekali.

"Mungkin dananya juga terseret arus banjir, sehingga hasilnya tidak pernah dirasakan masyarakat," kesalnya.

Dampak banjir tersebut juga membuat arus lalu lintas menghubungkan Kota Sampang dengan Kec. Omben terputus. Sehingga aparat Polisi Lalu Lintas Polres Sampang mengalihkan kendaraan melalui jalur lain lewat Pamekasan. Tentu saja para sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) yang melalui trayek itu tidak dapat beroperasi karena biaya operasionalnya cukup tinggi jika harus melalui jalur Pamekasan.

"Jika setiap minggu banjir, lama-lama keluarga saya tidak bisa makan. Karena saya tidak bisa menarik penumpang, sehingga kendaraan terpaksa saya kembalikan kepada juragan," tutur Markowi, sopir MPU yang biasa mengangkut penumpang menuju Kecamatan Omben.

Sejauh ini kondisi air sudah mulai berangsur-angsur surut, jalur lalu lintas sudah mulai dibuka kembali. Tapi bagi penduduk yang tinggal dikawasan paling rendah masih tetap menunggu air benar-benar surut untuk membersihkan rumahnya. Mereka hanya berharap, agar hujan tidak turun sehingga luapan air Kali Kemuning dapat merendam kembali rumah mereka. (rud)

Sumber: Surabaya Post, Selasa, 21/02/2012

Labels: , , ,

Tiga Wilayah di Sampang Masih Terendam


Banjir masih menggenangi Desa Pasean, Desa Panggung, dan depan Pasar Gunung Maddah, Sampang, Madura, Kamis (9/2). Ketiga kawasan tersebut merupakan wilayah daratan terendah di Kota Sampang.Genangan air surut tak akan lama.

Ketika hujan deras melanda, banjir akan kembali melanda wilayah tersebut. "Semalam ini (banjir) tinggi, tapi pagi ini sudah mulai surut. Air tetap menggenang karena di sini kawasan terendah," kata Nurali, warga Pasean.

Banjir juga kerap melanda meski di wilayah itu tidak turun hujan deras. Air datang dari wilayah utara Sampang yang merupakan dataran tinggi, seperti Omben dan Karang Penang.Bagi para pengendara roda dua dan roda empat dimbau agar lebih berhati-hati. Sebab, di Kecamatan Karang Penang dan Omben -- tepatnya di depan Pasar Nung Madah banyak jalan berlubang sehingga berbahaya.(APY/ULF)

Sumber: Liputan6.com,

Labels: , , ,

Ratusan Rumah di Blegah Terendam

foto: din/zonaberita.com
Banjir kiriman merendam ratusan rumah di Kecamatan Blegah

Hujan deras di dataran tinggi Konang dan Geger, Bangkalan, Madura, menyebakan terjadinya banjir kiriman. Akibatnya, ratusan rumah di Kecamatan Blegah terendam, meski di wilayah ini tidak turun hujan.

Banjir terjadi karena sungai Blega tidak dapat menampung volume air. Hingga air meluap ke perkampungan warga.

“Limpahan air berasal dari Geger, jadi kalau di sini (Blegah) tidak hujan tetap saja banjir,” kata Rahmat, warga setempat, pada zonaberita.com, Minggu (30/1/2011).

Di beberapa titik air mencapai ketinggian 1 meter, meski demikian warga memilih tetap bertahan. Menurut mereka volume air akan segera turun bersamaan dengan surutnya air laut.

“Air meluap dari utara, kami berharap mendapat bantuan dari pemerintah, selain tidak bisa beraktivitas kami juga tidak bisa memasak,” kata Imamah. (din/isp)

Sumber: ZonaBerita, Minggu, 30 Januari 2011

Labels: , , , ,

Banjir Surut, Warga di Sampang Bersihkan Lumpur


foto: din/zonaberita.com
Warga mulai membersihkan sisa lumpur di halaman rumah

Sampang, zonaberita.com - Setelah banjir yang merendam kopta Sampang, Madura, surut, sejumlah warga dan siswa sekolah mulai membersihkan sampah dan lumpur, Rabu (8/12/2010).

Untuk membersihkan sampah dan lumpur di halaman rumah maupun sekitar sekolah, mereka menggunakan air sisa banjir.

Hari ini diperkirakan tidak ada pelajaran sekolah, sebab, seluruh siswa dan guru harus bekerja bakti membersihakn sisa kotoran banjir di halaman maupun di ruang kelas.

Sebelumnya, Selasa (7/12/2010), ribuan rumah di kota Sampang, terendam banjir kiriman dari wilayah utara Sampang, akibat hujan deras yang mengguyur sejak dua hari terakhir.

Banjir kiriman yang merendam kota sampang, berasal dari wilayah utara Sampang, seperti Kecamatan Kedungdung, Omben dan Kecamatan Karang Penang. Tidak ada korban dalam musibah banjir di kota Sampang, karena seluruh warga sudah waspada. (din/isp)

Sumber: zonaberita, Rabu, 8 Desember 2010

Labels: , ,

Banjir Juga Menghampiri Sampang Madura

Genangan banjir melanda wilayah Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur, akibat luapan sungai Kalikemuning.

Hampir semua ruas jalan dan gang di dalam kota Sampang, Selasa, kini tergenang banjir, bahkan di sekitar monumen Kota Sampang, ketinggian genangan air kini hampir mencapai 1 meter.

Jalan-jalan yang tergenang banjir di kota ini antara lain, Jalan Pahlawan, Imam Bonjol, Hasyim Asy`ari, Panglima Sudirman, Jalan Mawar, Melati, Kenanga, Suhada, Jalan Seruni, Jalan Bahagia, dan Jalan Teuku Umar.

Tidak hanya itu saja, banjir juga menggenangi sejumlah lembaga pendidikan di kota itu, seperti, SDN Rongtengah I, II dan gedung SMPN II dan SMK Negeri Sampang. Sementara, arus lalu lintas di dalam kota macet total dan petugas dari kepolisian Polres Sampang terpaksa mengarahkan kendaraan bermotor yang melintas di wilayah itu melalui jalur alternatif.

Untuk kendaraan yang berasal dari Kota Pamekasan menuju Surabaya diarah menuju Jalan Yamsul Arifin dan tembus di terminal bus Sampang.Demikian juga yang dari arah Surabaya menuju Pamekasan.

Sementara ketinggian air di empat desa yang sejak Senin (6/12) telah tergenang banjir akibat luapan sungai Kalikemuning tersebut, ketinggian air disana di sebagian wilayah mencapai 2 meter lebih.
Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir kini mulai mengemasi barang-barangnya mengungsi ketempat yang lebih aman.

Belum ada data resmi dari pemerintah setempat jumlah rumah warga yang tergenang banjir akibat luapan sungai Kalikemuning ini, namun diperkirakan tidak kurang dari 200 rumah lebih, bahkan mencapai ribuan dengan. "Kalau dengan di pusat kota, saya kira bisa mencapai seribu lebih," kata Fuadi warga setempat.

Hingga Selasa sekitar pukul 11.00 WIB belum ada tanda-tanda genangan banjir akan surut bahkan cendrung semakin tinggi.

Sumber: Republika, Selasa, 07 Desember 2010

Labels: , , ,

Hujan Dua Hari, Sampang Terendam Banjir

SDN 2 Pasean terendam banjir (foto : din/zonaberita.com)

Hujan deras di wilayah utara Kabupaten Sampang, Madura, sejak dua hari terakhir mengakibatkan kota Sampang terendam banjir.

Banjir kiriman akibat luapan sungai Kemuning, menggenangi beberapa kawasan, seperti SDN 2 Pasean.

Rendaman air juga menyulitkan sarana transportasi ke dua Kecamatan, dari arah kota Sampang menuju kecamatan Omben dan Kecamatan Karang Penang.

Pengendara roda dua dan empat, yang hendak melintas di wilayah ini harus waspada agar tidak terperosok ke lubang di sisi jalan.

Karena berada di dataran rendah, air dengan cepat masuk ke dalam ruang kelas SDN 2 Pasean.

Sejumlah siswa banyak yang tidak masuk sekolah, sebagian siswa yang masuk hanya membantu guru mereka menempatkan meja dan barang lain ke tempat yang lebih tinggi.

“Ruang kelas kebanjiran, jadi kami harus memindahkan beberapa barang ke tempat yang lebih tinggi,” kata Ali Sahrawi, siswa kelas III, Selasa (26/10/2010). (din/isp)

Sumber: zonaberita.com Selasa, 26 Oktober 2010

Labels: , , ,

Tiga Desa di Sampang Madura Tergenang Banjir

Sebanyak tiga desa di Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), Kamis, tergenang banjir.

Desa Gunung Maddah, Desa Pasean dan Desa Panggung. Ketinggian air di tiga desa ini antara 30 hingga 40 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

Sedikit-dikitnya 200 rumah tergenang banjir yang terjadi seja pukul 06.00 WIB.

Selain menggenangi ratusan rumah, banjir juga menggenangi belasan kandang ayam dan puluhan hektare tanaman padi.

SDN I dan II Desa Pasean juga tergenang banjir sehingga pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Di Dusun Pasean, Desa Pasean, jembatan gantung, penghubung antar desa rusak, sehingga akses jalan menuju wilayah kota terputus. Banjir juga menggenangi pasar tradisional di Desa Panggung dan Desa Gunung Maddah.

"Sudah berulangkali banjir seperti ini terjadi di daerah ini," kata Rahman warga setempat, kepada ANTARA News di lokasi banjir.

Tidak ada laporan korban jiwa namun kerugian banjir luapan sungai Kalikemuning itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(KR-ZIZA035)

Sumber: ANTARA News, Kamis, 1 April 2010

Labels: , , , , , ,