Diterpa Angin, Rumah Ambruk

Cuaca buruk terus memakan korban. Setelah tiga hari berturut-turut diterpa angin kencang dan hujan deras, rumah milik Imam, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, ambruk. Rumah berukuran 9x5 meter rata dengan tanah.

Imam yang ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, rumahnya dibangun pada tahun 1997. ”Kami kaget ketika terdengar bunyi yang keras di belakang rumah. Ternyata rumah kami ambruk. Mungkin pondasinya rapuh. Ketika diterpa angin kencang selama beberapa hari, langsung roboh,” katanya.

Sebelum kejadian, kata Imam, ia sudah berencana memanggil tukang untuk mengecek sekaligus memperbaiki bagian atas rumah pada hari Minggu (17/1) nanti. ”Tapi, belum sempat memanggil tukang, rumah tersebut ambruk lebih dulu,” ungkapnya. Namun, dia bersyukur kejadian itu tidak menyebabkan korban.

Penghuni rumah, Jakfar (55) dan Rusmani (50), pasangan suami-istri dari Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, yang menyewa rumah milik Imam itu, sedang tidak berada di dalam rumah ketika rumah itu ambruk. Jakfar sedang bekerja mengayuh becak. Sedangkan istrinya berada di pasar berjualan pracangan. (iir)

Sumber: Surabaya Post, Sabtu, 16 Januari 2010

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home