Terbuka Investor Asing

Dampak dari pembukaan jembatan Suramadu hadirnya investor-investor baru yang ingin mengembangkan usahanya di pulau Madura. Bupati Pamekasan Kholilurrahman bakal memberikan peluang masuknya investor yang ingin menanamkan modalnya di Pamekasan.

Namun, para aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Madura, menolak hadirnya ivestor asing. Kordinator Alumni GMNI Madura Zamhari SIp meminta agar pemerintah daerah di Madura tidak memberi jalan bagi masuknya investor asing ke Madura.

”Saya tidak ingin Madura ini terjadi seperti di Batam, dimana Batam adalah masuk wilayah Indonesia, namun yang menguasai ekonomi disana adalah orang Malaysia dan Singapura. Karena masyarakatnya sendiri disana tidak siap,” kata Zamhari saat ditemui Surabaya Post disela sela menghadiri acara Konprensi Cabang GMNI Pamekasan di Hotel Kemuning, Sabtu (6/6).

Zamhari mengatakan dalam menghadapi akslerasi pembangunan di Madura, masyarakat Madura sendiri harus mendapatkan prioritas, baik untuk menjadi tenaga pekerja maupu dalam menikmati hasil hasil pembangunan secara umum. Karena itu pemerintah daerah di Madura harus peka dan jeli untuk tidak sembarangan menerima masuknya investor asing yang sekiranya akan memarjinalkan warga Madura sendiri.

Kalau memang terpaksa harus menerima kehadiran investor asing ke Madura, Zamhari meminta agar pemerintah daerah di Madura memberikan pensyaratan yang tegas, misalnya pensyaratan itu harus menguntungkan masyarakat Madura sendiri. ”Pensyaratan ini diantaranya juga berkaitan dengan aspek budaya dan lingkungan sosial Madura yang jangan sampai terkoyak koyak,”jelasnya.

Sementara itu Bupati Pamekasan Drs Kholilurrahman SH mengatakan bahwa tidak mungkin menutup peluang investor asing masuk ke Pamekasan. Ia mengatakan siapa saja bisa menamankan modalnya di Pamekasan selama itu menguntungkan bagi masyarakat Pamekasan, dan juga mengikuti aturan main.”Begitu cara berfikirnya, kita tetap terbuka pada siapa saja,” katanya.

Bupati Kholil menegaskan bahwa tak ada jaminan menomor satukan investor lokal maupun nasional bisa benar-benar menguntungkan dan bermanfaat bagi Pamekasan. Karena itu sekalipun investor asing namun program dan proyek yang dijalankannya banyak bermanfaat bagi masyarakat harus tetap diterima. ”Kita tak perlu diskriminatif lah, tidak mungkin itu,” tandasnya.

Dia menyarankan agar masyarakat Madura tidak jadi tamu di daerahnya sendiri, maka mengantisipasi dioperasionalkannya jembatan Suramadu, maka masyarakat Madura secepatnya harus memperbaiki SDM-nya, membuka cakrawala berfikir menghadapi kemajuan dan perubahan, namun tetap tidak menghilangkan dasarnya sebagai masyarakat religius. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 7 Juni 2009

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home