Suramadu Tinggal Satu Persen

Menurut jadwal yang ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat kemarin merupakan batas waktu terakhir penggarapan Suramadu. Jembatan dan semua kelengkapannya harus kelar. Namun, sampai kemarin jembatan sepanjang 5,4 km itu belum rampung 100 persen.

"Pembangunan jembatan keseluruhan sudah kami selesaikan hampir 100 persen. Ya, sekitar 99 persen. Hanya beberapa bagian kecil yang masih perlu dilengkapi," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Departemen PU Ahmad Ghofar Ismail.

Beberapa bagian yang sedang dilengkapi itu, menurut dia, antara lain pintu untuk jalan sepeda motor di sisi Surabaya, lampu penerangan jalan di bentang tengah, pengecatan markah, dan pengencangan mur-baut pada pembatas jalan di bentang tengah. Sedangkan pagar pembatas di jalur sepeda motor dari sisi Surabaya dan Madura sudah terpasang seluruhnya.

Saat dioperasikan nanti, kata dia, pihaknya membatasi jenis kendaraan berat. Meski dirancang mampu dilewati 9.000 kendaraan roda dua dan 6.000 kendaraan roda empat sekali lewat, kendaraan berbobot lebih dari 10 ton tidak diizinkan lewat.

Departemen PU berkerja sama dengan Jasa Marga selaku pengelola tol akan memasang rambu peringatan, berat kendaraan maksimal 10 ton. "Kendaraan yang lebih dari 10 ton tidak boleh masuk jembatan dan harus balik memutar. Kami akan memasang alat pemantau weight in motion semacam kabel sensor di sisi Surabaya dan Madura," jelas Ismail.

Pria asal Semarang itu tidak membatasi kendaraan di bawah 10 ton, meski truk gandeng. Sesuai rancangan, bentang tengah Suramadu sanggup menahan beban sekitar 40 kendaraan roda empat atau lebih.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan, Suramadu dilengkapi lima u-turn untuk putar balik. "Lima u-turn itu masing-masing dua di sisi Madura dan Surabaya dan satu di bentang tengah," katanya.

Jembatan itu juga dilengkapi lampu navigasi laut untuk mengatur arus lalu lintas kapal di bawah bentang tengah. Fungsinya untuk mencegah insiden kapal menabrak atau menyenggol kaki jembatan.

Di tempat terpisah, Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak mengungkapkan, setelah diresmikan, akan diikuti uji coba operasi Suramadu selama dua minggu. Dalam uji coba itu, pihaknya menerapkan kendaraan yang lewat hanya yang memenuhi kualifikasi jenis dan bobotnya. "Selama uji coba tidak dikenai tarif masuk. Pengguna jembatan hanya diberi karcis untuk uji coba ketertiban," terangnya.

Namun, uji coba gratis tersebut memantik protes Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jatim. Menurut Ketua Gapasdap Jatim Bambang Harjo, pembebasan tarif selama dua minggu tersebut mengancam pendapatan feri di penyeberangan Ujung-Kamal. "Dua minggu terlalu lama. Sebenarnya dua hari saja digratiskan," kata Bambang.

Sementara itu, untuk ikut meramaikan peresmian Jembatan Suramadu pada Rabu nanti, pengusaha ASDP menyiapkan dua kapal wisata. "Kapal wisata ini hanya beroperasi saat peresmian," jelas B. Rudianto, ketua DPC Gapasdap.

Penumpang akan dibawa melihat peresmian dari bawah jembatan. "Tidak hanya dua kapal (feri) itu yang di bawah jembatan nanti. Mungkin ada 12 kapal lain dari berbagai instansi," ujarnya. Di antaranya, Bea Cukai, Administrasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelayaran Rakyat (Pelra), Distrik Navigasi, dan Pelindo III Tanjung Perak Surabaya. (sep/nam/cfu)

Sumber: Jawa Pos, Sabtu, 06 Juni 2009

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home