Kendaraan di Tol Suramadu Membeludak

Arus Mudik di Penyeberangan Ujung-Kamal Sepi

KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Ribuan kendaraan roda dua antre di pintu masuk Tol Suramadu, Jumat (18/9). Akibat padatnya arus kendaraan, khususnya roda dua, pihak operator Tol Suramadu, PT Jasa Marga (Persero), memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurangi antrean.

Puncak kepadatan kendaraan pemudik terjadi di ruas Tol Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, Jawa Timur, Jumat (18/9). Kendaraan roda dua di pintu tol sisi Surabaya mencapai 20.000 unit dan kendaraan roda empat 10.000 unit.

PT Jasa Marga (Persero) menggunakan sistem buka tutup untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan roda dua,

Sekitar pukul 13.00, antrean kendaraan roda dua di pintu Tol Suramadu tampak memanjang hingga sekitar 200 meter. Agar antrean tak semakin panjang, sebagian kendaraan dialihkan ke ruas mobil, lalu dimasukkan kembali ke lajur roda dua setelah melewati pintu tiket tol.

Peningkatan kendaraan di Suramadu terjadi mulai Kamis, khususnya kendaraan roda dua. Kepala Gerbang Tol Suramadu Suharyono mengatakan, volume kendaraan roda dua yang pada hari biasa rata-rata 9.000 unit, pada hari Kamis naik menjadi 15.000 unit. Adapun kendaraan roda empat yang biasanya 5.000 unit naik hingga menjadi 5.400 unit.

”Puncak arus mudik terjadi Jumat ini. Kendaraan roda dua mencapai kisaran 20.000 unit dan mobil 10.000 unit,” ujarnya di pintu Tol Suramadu.

Pekan lalu, sempat muncul isu penutupan Tol Suramadu pada tiga hari sebelum Lebaran (H-3). PT Jasa Marga lalu melakukan klarifikasi melalui pengumuman dan media. ”Syukurlah arus kendaraan tetap ramai dan lancar,” kata Suharyono.

Sepi

Di penyeberangan Ujung-Kamal, suasana arus mudik tampak sepi. Supervisor PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya Budi Rahardja mengatakan, volume penumpang feri di Ujung- Kamal pada Lebaran kali ini menyusut drastis, bahkan lebih sepi dibandingkan hari-hari biasa sebelum Jembatan Suramadu beroperasi.

”Karena sepinya penumpang, kapal feri yang seharusnya hanya sandar 12 menit di dermaga kini memperlama sandar sampai 24 menit agar mendapatkan penumpang,” kata Budi.

Sebagian besar penumpang feri penyeberangan Ujung-Kamal didominasi pejalan kaki. Kalau ada kendaraan roda dua, itu hanya milik warga Kamal, Bangkalan, yang kebetulan pulang dari Surabaya.

Tak hanya penumpang dan sepeda motor yang sepi, kendaraan roda empat juga jarang terlihat. ”Satu feri mengangkut tiga mobil itu sudah luar biasa. Padahal, dahulu belasan mobil bisa masuk dalam feri,” ujar Budi.

Data PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya menunjukkan, volume penumpang feri di dermaga Ujung pada Kamis lalu mencapai 13.852 penumpang, 3.473 sepeda motor, dan 188 kendaraan roda empat. Pada tahun 2008, jumlah penumpang pada periode sama mencapai 32.378 orang, 8.952 kendaraan roda dua, dan 3.290 kendaraan roda empat.

Sepinya arus penumpang tersebut menyebabkan penyeberangan Ujung-Kamal hanya mengoperasikan delapan feri pada siang hari dan tiga feri pada malam hari. Jumlah feri di penyeberangan Ujung-Kamal kini 11 unit. (ABK)

Sumber: Kompas, Sabtu, 19 September 2009

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home