Empat Kecamatan Tertular AI

Bangkalan, Sindo – Penyebaran virus flu burung (Avian Influenza/AI) di Bangkalan terus meluas. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Pertanak), selama tahun ini, sedikitnya 165 ayam terserang virus mematikan tersebut.


Bahkan,wilayah penyebarannya pun semakin meluas. Kasi Kesehatan Hewan Dispertanak Bangkalan Syahrul Mukarram mengatakan saat ini ada empat kecamatan yakni Geger, Kota, Socah, dan Burneh yang telah tertular AI.Padahal, akhir bulan lalu baru tiga kecamatan yang terserang. Karena itu, tidak menutup kemungkinan virus mematikan itu akan menyebar ke sejumlah kecamatan lainnya.”Penyebaran virus ini sangat cepat. Kalau tidak segera diantispasi, tidak menutup kemungkinan akan menyebar ke daerah lainnya,” jelasnya kepada wartawan,kemarin.


Seperti diberitakan,kasus terakhir terjadi di Desa Bilaporah Barat,Kec Socah. Di tempat itu, dalam seminggu terakhir sedikitnya terdapat 39 ekor ayam mati mendadak. Kondisi bangkai ayam memiliki kemiripan yakni bagian kepala berwarna kehitam- hitaman.Meski sejak awal telah dilaporkan, Dispertanak tidak cepat turun tangan. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,warga langsung memendam bangkai ayam tersebut.


Setelah mencuat di media, baru Dipertanak melakukan rapid test terhadap bangkai ayam tersebut. Berdasarkan hasil rapid test, ayam tersebut positif terserang virus H5N1. Disinggung hal tersebut, Syahrul membantah dibilang lamban. Menurutnya, justru laporan yang diterimanya terlambat. Karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dispertanak berencana akan membuka layanan hotline short massage service (SMS) pengaduan flu burung. Diharapkan, dengan cara seperti itu warga yang mengetahui gejala flu burung langsung melaporkan di Dispertanak.


Meski demikian, hingga saat ini virus tersebut belum ada yang menyerang manusia. Namun, pihaknya menhimbau kepada warga masyarakat agar selalu waspada. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pencegahan flu burung sejak dini. Di antaranya, menghimbau kepada masyarakat untuk membiasakan diri mengkandangkan ayam.”Kita telah berupaya agar penyebaran flu burung diminimalisir,” tandasnya. Sementara itu, Moh Ismail, 50,warga Desa Bilaporah menyayangkan langkah Dispertanak yang terkesan lamban.Pihaknya sama sekali tidak menyangka puluhan ayam milik warga setempat terserang flu burung. Sebab, selama ini mereka tidak pernah tahu ciri-ciri ayam yang terserang flu burung. Pihaknya, khawatir salah satu warga ada yang tertular. (ahmad baidowi)


Sumber: Seputar Indonesia, 06/04/2007

0 Comments:

Post a Comment

<< Home