Demo Mahasiswa STAIN Pamekasan

Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan pingsan setelah mendengar suara dentuman mercon di kampusnya, Senin (10/11/2009). Suara dentuman mercon itu keluar mewarnai aksi demo menuntut penurunan Ketua STAIN Pamekasan, DR Idri MAg.

Kedua mahasiswi yang pingsan langsung digotong ke kelasnya dan diberi perawatan pertama oleh teman-temannya. Beruntung keduanya yang diketahui bernama Fatmah (20) dan Khusnul Hotimah (20) akhirnya siuman.

Khawatir trauma, kedua mahasiswa Fakultas Tarbiyah itu langsung dipulangkan. Sebab, aksi demo puluhan mahasiswa STAIN makin brutal. Setelah membakar mercon, mereka melanjutkan dengan membakar ban bekas di depan Perpustakaan dan di belakang gedung rektorat.

Korlap aksi, Supanji menegaskan Ketua STAIN Pamekasan, DR Idri yang dilantik September 2008 lalu telah melanggar misi dan visinya.

"Pak Idri melanggar komitmennya sendiri. Dia harus diturunkan. Jika tidak, maka kami segenap civitas akan dirugikan," teriak Supanji di belakang asap hitam ban bekas yang terbakar.

Supanji mengaku sejak dilantik setahun lalu, DR Idri tidak memboyong keluarganya ke Kota Pamekasan. Idri dinilai mangkir dan sering membolos karena masih aktif mengajar di Pasca Sarjana IAIN Surabaya.

Supanji berjanji akan meneruskan aksi demo di kampusnya, jika DR Idri tetap ngotot tinggal di Surabaya. "Saat dilantik, Pak Idri berjanji akan fokus memimpin STAIN dan tinggal di Kota Pamekasan. Nyatanya, selama setahun ini dia melanggarnya," teriak Supanji.

Secara terpisah, meski dirinya tingga di luar kota tapi DR Idri menegaskan dirinya tetap bisa fokus memimpin STAIN Pamekasan. "Jika mahasiswa mendesak saya untuk tinggal di Pamekasan, saya akan pertimbangkan kembali demi kemajuan kampus," kata Idri kepada sejumlah wartawan yang mendatangi ruang kerjanya di kampus STAIN Pamekasan Jalan Raya Panglegur.

Hingga pukul 10.05 WIB, Supanji bersama puluhan peserta aksi masih bertahan di depan Perpustakaan. Mereka terus membentangkan spanduk bertuliskan "Turunkan Ketua STAIN Pamekasa" dan membeberkan aneka poster di badan jalan kampus. Sejumlah polisi berbaju preman tampak berjaga di belakang rektorat dan di sekitar perpustakaan.

Sumber: detik.com, 10 November 2009

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home