Lapangan Terbang Tunggu Kabar dari Langit

Pemanfaatan lapangan terbang (Lapter) Trunojoyo Sumenep dipastikan menunggu kabar dari langit. Pasalnya, hingga kwartal pertama 2008 ini, pengoperasian lapter belum jelas. Padahal, dana APBD yang keluar untuk lapter sudah lebih dari Rp 2 miliar sejak 2006 silam.

Seperti diketahui, pemkab berencana memfungsikan kembali lapter setelah terbengkalai puluhan tahun lalu. Sejak 2006, pemkab mengalokasikan dananya untuk renovasi lapter. Itu digunakan untuk memperbaiki landasan dan perbaikan sarana yang diperlukan. Bahkan Pemprov Jatim membantu pengadaan alat yang diperlukan lapter.

Anggota Komisi C DPRD Sumenep Hamid Ali Munir ragu pemanfaatan lapter bisa sesuai jadwal. Dulu, katanya, pihak terkait begitu yakin lapter bisa dioperasikan pada tahun 2008. Melihat kondisinya saat ini, katanya, Lapter Trunojoyo sulit difungsikan tahun ini. Indikatornya, pemenuhan sarana dan prasarana sebagai kelengkapan bandara belum dipenuhi. "Saya lihat nyaris tak ada yang berubah," katanya.

Itu sebabnya, kader PKB itu mengibaratkan pemfungsian lapter sama halnya menunggu kabar dari langit. Dia beralasan karena greget mengoptimalkan lapter terkesan kurang serius. Indikatornya, kata dia, hingga kemarin dewan belum mendengar kabar terbaru seputar kejelasan penggunaan lapter. Ini berarti, katanya, lapter masih akan terus menunggu, bahkan mungkin sampai Suramadu selesai.

Pria tegap itu meminta dinas terkait bersungguh-sungguh untuk memfungsikan kembali lapter. Alasannya, lapter yang beroperasi berguna bagi masyarakat. Pasalnya, angkutan udara domestik dapat memperpendek jarak antara Sumenep-Surabaya atau sebaliknya. "Kami juga tidak tahu sampai di mana perjuangan menuju pengoperasian lapter," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadishub Aminullah enggan menanggapi belum beroperasinya lapter. Dia hanya jelaskan bahwa dishub tidak diam dan terus berusaha maksimal. Mantan kabag pemdes itu akui hingga kini pihaknya terus ikhtiar dan mencari maskapai. "Usaha terus kami lakukan (demi terealisasinya pemanfaatan lapter, Red.)," tuturnya.

Dia menambahkan, dishub saat ini sedang membuat master plan untuk kelengkapan bandara. Pasalnya, dephub tidak dapat mengeluarkan ijin pengperasian sebelum perangkat layaknya bandara dilengkapi. Usai dibuatnya master plan, pemkab akan ajukan ijin untuk selanjutnya ditinjau dephub. "Lapter pasti beroperasi jika dianggap layak," katanya.

Dalam pantauan koran ini di lokasi, lapter memang semakin lengkap. Di antaranya, ruang tunggu dan kantor di sekitar bandara tak lagi kumuh seperti beberapa waktu lalu. Selain itu, landasan pacu di-hotmik dan dibuat lebib lebar dan panjang. Tetapi, pada siang kemarin, belum ada seorang petugas pun yang ngantor di bandara. Meski ada beberapa orang di bandara, tak lain beberapa gembala yang menyabit rumput dan menunggui sapinya yang 'diparkir' di sekitar bandara. (abe/ed)

Sumber: Jawa Pos, Jumat, 04 Apr 2008

0 Comments:

Post a Comment

<< Home