Jaring Mini Trawl Serbu Perairan Bangkalan

Nelayan Resah, Desak Kamladu Gelar Patroli

Tiga hari belakangan ini, angin kencang dan ombak besar mulai reda. Kondisi ini dimanfaatkan nelayan di wilayah Bangkalan untuk turun melaut. Namun nelayan yang mencari ikan di perairan Bangkalan resah. Sebab nelayan luar mulai berani menepi dengan menebar jaring mini trawl. Jika dibiarkan, masalah ini bisa memicu bentrok antar-nelayan.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, para nelayan berharap petugas keamanan melakukan patroli laut. Langkah itu diperlukan untuk menghalau nelayan luar menjaring ikan dengan alat tangkap mini trawl.

"Kasihan nelayan, lebih sebulan tidak melaut. Tapi, baru tiga hari mencari nafkah, mereka dibuat resah karena nelayan luar masuk ke perairan Arosbaya menggunakan jaring mini trawl," kata Jumali, Ketua Rukun Nelayan Kecamatan Arosbaya, kepada wartawan koran ini, kemarin.

Jika dibiarkan, kata Jumali, bisa terjadi bentrok antar-nelayan. Karena itu, petugas Kamladu diminta berpatroli diperairan untuk menghalau nelayan yang menggunakan mini trawl.

"Kalau ada petugas, nelayan yang pakai mini trawl tidak akan berani menepi. Kami tidak mempersoalan mereka ditangkap atau tidak. Yang penting petugas segera berpatroli," terang Jumali.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kasatpol Air Bangkalan Aiptu Santoso menegaskan, pihaknya rutin melakukan patroli di perairan. Namun Satpol Air tidak bisa berpatroli sampai ketengah. Sebab armadanya tidak memungkinkan.

"Untuk berpatroli ke tengah, kita masih menghadapi kendala keterbatasan sarana (kapal, Red). Sebab kapal patroli yang kita miliki tidak mampu menghadapi gelombang. Kalau dipaksa bisa tenggelam," terang Santoso.

Untuk menghalau nelayan pengguna mini trawl, terangnya, pihaknya bersama petugas Kamladu (kemanan laut terpadu) berpatroli hingga di laut Karang Jamuang. Kalau ada nelayan pakai mini trawl, kita tangkap. "Tapi, kebanyakan nelayan kabur ketika melihat kapal patroli," ujar Santoso. (tra/ed)

Sumber: Jawa Posw, Rabu, 27 Feb 2008

0 Comments:

Post a Comment

<< Home